TOM’S SILVER

Latar Belakang

Untuk pertama kali Tom’s Silver didirikan pada tahun 1953 oleh Bapak Soetomo Sastrodiwarno sebagai generasi ketiga di keluarga pendiri perusahaan kerajinan perak tersebut. Beliau lahir dan dibesarkan di Kotagede yang merupakan salah satu pusat kerajinan perak di Indonesia.
Kerajinan perak dan emas di Kotagede sebenarnya sudah lama dirintis oleh generasi-generasi pendahulu, yaitu sejak abad ke 19, namun baru sejak tahun 1953 oleh Bapak Soetomo Sastrodiwarno didirikan perusahaan kerajinan perak dalam bentuk yang lebih maju, karena didukung oleh pemikiran-pemikiran maju generasi muda yang tingkat intelektualitasnya jauh lebih tinggi serta wawasan berpikir yang jangkauannya lebih luas, Inilah cikal bakal suatu perusahaan yang kemudian diberi nama Tom’s Silver . Tom’s adalah kependekan dari nama Soetomo dan merupakan panggilan sehari-hari bagi bapak Soetomo (alm).
Pemilihan nama perusahaan ini didasarkan atas pertimbangan bahwa nama tersebut mudah diingat dan diucapkan oleh orang-orang asing di seluruh dunia, karena pada saat pendiriannya sudah timbul angan-angan dan cita-cita bahwa produk-produk kerajinan perak Yogyakarta ini pada suatu saat akan diekspor ke luar negeri dan mampu bersaing dengan negara-negara lain penghasil produk perak. Dasar alasannya adalah bahwa produk perak dari Yogyakarta ini disamping kualitasnya tinggi juga mempunyai ciri-ciri tertentu, terutama pada corak ukirannya.
Cita-cita tersebut memang terlaksana, karena sejak tahun 1972 Tom’s Silver sudah mulai mengekspor hasil produksinya ke berbagai negara dan merupakan satu-satunya produsen atau eksportir barang-barang kerajinan perak di Daerah Istimewa Yogyakrta pada saat itu.
Adapun urutan-urutan generasi pengrajin perak dalam lingkungan keluarga Tom’ s Silver adalah sebagai berikut:

Generasi I : Satrowirono (tahun 1880 – tahun 1930)
Generasi II : Satrodiwarno (tahun 1930 – tahun 1953)
Generasi III : Soetomo Satrodiwarno (tahun 1953 – tahun 1986)
Karena pada tahun 1986 Pak Tom meninggal kemudian dilanjutkan oleh istrinya yaitu Ibu Yunizar Soetomo sampai tahun 2002.
Generasi IV : Nevi Ervina R. (tahun 2003)
Tom’s Silver didirinya pada tahun 1953 dengan modal sendiri yang sangat terbatas jumlahnya, akan tetapi disertai dengan kemauan yang keras dan keuletan serta semangat, yang membaja oleh pendirinya untuk membina dan mengembangkan perusahaan yang dirintisnya.
Dalam perkembangan sekarang ini, nama Tom’Silver sudah cukup dikenal baik di dalam maupun di luar negeri. Perlu ditambahkan bahwa Kotagede tempat dimana Tom’s Silver didirikan adalah bekas ibukota kerajaan Mataram sekitar abad ke-16, sisa-sisa peninggalan masa itu masih bisa dilihat di sekitar masjid-masjid yang ada di kotagede. Pada waktu itu di kotagede banyak terdapat ahli-ahli kerajinan perak dan emas. Mereka membuat barang-barang emas dan perak untuk keluarga kraton (istana). Anak keturunan mereka sampai sekarang masih tetap memiliki keterampilan yang diwariskannya, bahkan lebih maju ditinjau dari segi teknis sesuai dengan perkembangan zaman .

Tujuan Didirikannya Perusahaan

Tujuan yang terkandung dalam pendirian perusahaan adalah sebagai berikut:
• Sebagai salah satu obyek wisata di Yogyakarta
• Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar perusahaan
• Mendapat laba atau keuntungan dari produk yang dihasilkan
• Menjaga tradisi dan keahlian membuat kerajinan perak di Yogyakarta
• Memenuhi keinginan konsumen yang ingin mendaptkan kerajinan perak sebagai buah tangan yang unik dan berkualitas.

Visi dan Misi Perusahaan

• Visi dari Tom’s Silver adalah menjadi pengrajin perak terbaik untuk memenuhi permintaan pelanggan dan mampu bersaing di pasar internasional.
• Sedangkan misinya adalah memberikan nilai rasa yang tinggi terhadap seni dan kebudayaan dari kerajinan perak yang didesain berdasarkan eksistensi dari kebudayaan lokal dan seni modern.

Lokasi Perusahaan

Untuk merealisasikan tujuan perusahaan yang telah didirikan, maka pemilihan lokasi suatu perusahaan memegang peranan penting. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam hal ini, faktor-faktor tersebut antara lain berupa kemampuan tenaga kerja yang ada, fasilitas tranportasi, lingkungan masyarakat dan sebagainya yang tentunya akan memiliki pengaruh ekonomis terhadap perusahaan.

Pengaturan Jam kerja

Untuk pengaturan kerja di perusahaan Tom’s Silver sudah terangkum dalam KKB (Kesepakatan Kerja Bersama) antara pihak pekerja dengan perusahaan yang diwakili manajemen. Di dalam isi KKB ini termuat segala aturan, tata tertib, hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha baik itu formatif / non formatif dan setelah saling menyetujui, saling membubuhkan tanda tangan dan juga diketahui ataupun direkomendasi dari DEPNAKER (Departemen Tenaga kerja) setempat sampai KANWIL (kantor Wilayah).
Dalam aktivitas keseharian perusahaan Tom’s Silver memberlakukan 8 jam kerja per hari dengan 7 hari kerja, sedangkan pengaturan libur setiap karyawan mendapat kesempatan 4 kali libur setiap bulannya.

Jaminan Sosial

Jaminan sosial yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawannya dimaksudkan untuk meningkatkan pengabdian dan semangat kerja. Apabila jaminan sosialnya mencukupi maka akan menimbulkan kesenangan bekerja sehingga mendorong pemanfaatan kemampuan yang dimiiki untuk meningkatkan produktivitasnya. Adapun jaminan kesejahteraan dan jaminan perusahaan Tom’s Silver anatara lain:

 Jaminan sosial dan kesejahteraan dalam bentuk ekonomi:
• Gaji dan upah
• Premi/ bonus intensif, bonus pendapatan tahunan/ laba produksi.
• Kenaikan gaji berkala.
• Asuransi JAMSOSTEK.
• Sumbangan Sosial, Menikah, Melahirkan.
• Asrama Karyawan.

 Hiburan dan Rekreasi
• Kegiatan Olahraga
• Kegiatan Kesenian
• Rekreasi/Darmawisata
• Kegiatan Sosial keluar Perusahaan.

 Jaminan Sosial dan Tambahan Fasilitas
• Perpustakaan.
• Pakaian Kerja.
• Pengobatan/cek kesehatan tiap bulan.
• Fasilitas ruang ibadah (mushola).

PRODUKSI

Bahan Baku
Bahan baku utama adalah perak murni dengan campuran tembaga , sehingga menghasilkan logam campuran yang menjadi bahan dasar pembuatan kerajinan perak.

Adapun perbandingan campuran tersebut adalah 7,5% tembaga dan 92,5% perak murni, maka untuk mengetahui kadar dalam suatu barang khususnya produk Tom’s Silver dapat dilihat stempel 925, berarti barang tersebut berkadar 92,5%.
Bahan baku perak murni dapat dibeli di PT. ANEKA TAMBANG (Persero), PT. LOGAM MULIA (Persero) sepanjang persediaan masih ada.

Proses Produksi
Secara umum proses produksi kerajinan perak dapat dibagi menjadi 3 tahap:
• Tahap penyiapan bahan baku
• Tahap pembuatan
• Tahap penyelesaian

Tahap Penyiapan Bahan Dasar
Proses pencampuran perak dan tembaga dengan komposisi 92.5% perak dan 7,5% tembaga, kedua macam logam ini dicampur dalam mangkuk peleburan dan dilebur dengan titik lebur sekitar 7000c . Setelah meleleh kurang lebih 30 menit, cairan kedua logam ini kita tuang dalam cetakan untuk mendapatkan perak batangan, yang ukurannya menyesuaikan dengan produk yang akan kita buat.
Dari perak batangan ini kita proses menjadi 2 bentuk :

 Perak lempengan
Dibuat dengan cara ditempa sehingga perak batangan tersebut akan menjadi tipis dan lebar sesuai dengan kebutuhan. Selain itu kadang kita juga harus menggunakan mesin press agar perak lempengan tersebut benar-benar rata.

 Perak kawat
Dibuat dengan mesin press yang ada lubangnya dengan berbagai macam ukuran. Perak Batangan dimasukkan ke lubang mesin press dan dipress, dari lubang demi lubang hingga didapat ukuran yang sesuai dengan produk yang akan dibuat.

Tahap Pembuatan
Sebagai contoh kita ambil proses pembuat gelang. Pertama-tama lempeng perak didesain, kemudian diukir sesuai pesanan atau selera. Setelah proses pengukiran, lempengan tersebut dipotong, dibentuk melingkar menjadi gelang kemudian disambung kedua sisinya dengan cara dipatri.

Tahap Penyelesaian
Setelah proses pematrian, gelang tersebut dihaluskan dengan kikir dan diampelas. Kemudian dibersihkan dengan cara direbus didalam campuran H2S04 air. Setelah proses ini perak menjadi bersih tetapi belum mengkilap. Untuk mengkilapkannya digunakan busa dari buah lerak. Proses terakhir adalah pengeringan, quality control, dan produk siap dipasarkan.Urutan proses tidak selalu sama, tergantung dari produk yang dibuat. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar alur proses produksi berikut ini.

PROSES PEMBUATAN KERAJINAN PERAK DI TOM’S SILVER

Hasil Produksi

Perusahaan Tom’s Silver sampai saat ini dalam produksinya menggolongkan kerajinan peraknya dalam 3 jenis, yaitu; utility product, decorative product, dan accessories product. Dalam setiap bulannya bisa menghasilkan produk 80 sampai dengan 90 macam bentuk, baik yang miniature maupun yang aksesoris. Adapun untuk utiliy product yang dihasilkan diantaranya meliputi:

 Peralatan rumah tangga (gelas, sendok, garpu, asbak).
 Peralatan makan (coffee set, tea set, room set, lunch set, break-fast set, dinner set, ring tisu, tusuk buah)
 Tempat make-up (pill box, tempat lipstick dan bedak)

Sedangkan yang termasuk dalam decorative product yaitu: hiasan rumah (wayang, figura, candi, patung naga dan lain-lain).
Dan yang termasuk accessories product diantaranya meliputi; cincin, gelang, kalung, anting, giwang, bross, manset, jepit rambut dan lain-lain.

PEMASARAN DAN PENJUALAN
1. Pemasaran
Salah satu strategi pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan Tom’s Silver diantaranya adalah kegiatan promosi, yang terdiri dari :
a. Iklan
Kegiatan pemasangan iklan dilaksanakan secara berkala dengan penempatan dan pemilihan media massa yang sangat tepat diantaranya di majalah-majalah terbitan luar negeri maupun media massa dalam negeri.
b. Folder/ Pamflet
Sebagai media iklan yang dibuat sendiri untuk dibagikan baik ke biro-biro perjalanan atau hotel maupun langsung ke wisatawannya.

c. Kerja sama
Strategi ini sebenarnya hanya bersifat intern dalam arti ruang lingkup dan keuntungannya sangat kurang sekali, tetapi hal ini tetap merupakan salah satu media promosi bagi perusahaan Tom’s Silver contohnya pemasangan spanduk, pampflet, pada kegiatan-kegiatan seminar dan acara-acara lainnya.

d. Internet
Tom’s Silver sudah mempunyai situs di internet sebagai salah satu media promosinya, Situs Tom’s Silver dapat di browse di “www. Tomssilver.com”.

Dengan keuletan dan didukung dengan kemauan serta pemikiran-pemikiran yang maju maka dapat dilihat hasil yang kongkrit dengan adanya pengakuan dari dunia internasional dengan diperolehnya “ASIA AWARD th 1981 di SINGAPORE “serta” MEMBER OF TRADE LEADER’S CLUB”, dan yang baru-baru ini diperoleh penghargaan “DJI SAM SOE AWARD th 2005 di JAKARTA”.
Merupakan salah satu kebanggaan dari Tom’s Silver karena tidak semua perusahaan dapat penghargaan dan pengakuan dunia internasional maupun dalam negeri seperti ini. Tentunya pula terdapat hal yang dinilai sangat selektif diantaranya kualitas dan mutu barang serta model yang diciptakan.
Dengan adanya penghargaan ini Tom’s Silver tetap berusaha untuk menjaga nama baik, di dalam negeri maupun di dunia internasional yaitu dengan menjaga mutu dan kualitas barang.

2. Penjualan
Sedangkan untuk system penjualannya adalah sebagai berikut :
a. Penjualan langsung Direct Selling
Para pembeli datang langsung ke show room atau ketempatnya. Konsumen terdiri dari wisatawan-wisatawan asing maupun domestik yang datang ke Yogyakarta, baik dengan tujuan wisata ataupun study tour, biasanya membeli barang-barang souvenir tetapi ada juga diantara mereka yang membeli secara partai besar untuk dijual kembali. Persentase konsumen yang datang di show room lebih banyak konsumen wisatawan asing dibanding wisatawan domestik. Begitu juga untuk persentase perbandingan daya belinya
Untuk golongan konsumen wisatawan asing perusahaan ini mengadakan kerjasama dengan biro-biro perjalanan atau travel baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri adapun golongan ini datang dari berbagai Negara yang ada di deretan benua : Australia, Amerika, Eropa, Asia dan Afrika. Sedangkan untuk golongan konsumen domestik biasanya datang atas permintaan dan kemauan sendiri.

b. Pelaksanaan Penjualan dari Pesanan ( order )
Penjualan ini bias dikategorikan sebagai penjualan tidak tetap karena hanya menunggu pesanan pembuatan barang-barang tertentu dengan model dan jenis yang sudah ditentukan oleh pemesan itu sendiri. Permintaan order ini datang dari beberapa kalangan diantaranya swasta dan perseorangan maupun instansi pemerintahan.
c. Ekspor
Seperti telah dikemukakan pada motivasi pendirian Tom’s Silver yang bercita-cita bahwa barang-barang kerajinan perak bisa dipasarkan sampai ke luar negeri. Maka sejak tahun 1972 Tom’s Silver telah memulai kegiatan ekspornya ke beberapa Negara seperti Belgia, Inggris, Amerika, Belanda, Jepang dan lain-lain.
Pemasaran ekspor ke luar negeri juga disesuaikan dengan permintaan tetapi adakalanya permintaan ini terpengaruh oleh perkembangan ekonomi dunia yang terkadang naik dan turun sehingga akan berakibat pula terhadap ekspor barang-barang khususnya kerajinan perak.

3. Ekspansi Bisnis
Dengan semakin dinamisnya perkembangan pasar maka Tom’s Silver juga bergerak ke arah perluasan pasar dengan cara memperluas ruang dan jenis usaha. Sekarang ini Tom’s Silver mempunyai beberapa ekspansi bisnis yaitu :

a. Tom’s Furniture
Ekspansi bisnis Tom’s Silver di bidang furniture. Produk-produk Gingging diantaranya mebel antik baik asli maupun repro, mebel untuk kebun atau ruangan dan lain sebagainya. Produk-produk Gingging Art sudah diekspor ke beberapa Negara Eropa seperti Belanda, Prancis, Italia dan lain-lain. Selain itu, permintaan mebel antik dari Jakarta juga tidak kalah banyaknya dengan penjualan retail kami.

b. Jogja Cantik Embroidery dan Batik
Untuk melengkapi wisata belanja di Yogyakarta maka dibuatlah Jogja Cantik Embroidery dan Batik yang berlokasi di kompleks yang sama dengan Tom’s Silver. Hal ini dalam rangka mewujudkan konsep “one stop shopping” di Tom’s Silver, karena disini konsumen tidak hanya dapat berbelanja kerajinan perak tapi ada juga batik motif tradisional maupun modern yang terbuat dari berbagai ’s Silver, karena disini konsumen tidak hanya dapat berbelanja kerajinan perak tapi ada juga batik motif tradisional maupun modern yang terbuat dari berbagai macam bahan baik katun maupun sutera ATBM. Selain itu terdapat juga tas, dompet, dan segala macam pernik untuk wanita yang semua dibuat dengan kualitas eksport dan harga terjangkau.
Untuk melengkapi wisata di Yogyakarta, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan wayang yang merupakan salah satu atraksi wisata yang dapat disaksikan dengan gratis selama jam kerja.
Setelah menyaksikan pertunjukan wayang pengunjung dapat membeli wayang kulit atau wayang golek sebagai salah satu souvenir Yogyakarta. Tersedia juga aneka macam souvenir khas Yogyakarta yang berbuat dari berbagai macam bahan, kulit, kayu, keramik, kain dan lain-lain.

C. KENDALA USAHA
Setiap usaha apapun bentuknya akan mengalami masa-masa krisis dan kesulitan, ini merupakan sifat-sifat yang wajar dan umum.
Beberapa kesulitan yang merupakan kendala khususnya yang dihadapi pengusaha-pengusaha kerajinan perak yang perlu kami sebutkan antara lain adalah :
1. Bidang Sumber Daya Manusia
Semakin langkanya tenaga kerja muda sebagai pembuat kerajinan perak meskipun kenyataannya masih banyak sekali angkatan muda yang belum banyak mendapat lapangan kerja tetapi banyak diantara mereka yang tidak mau menjadi pengrajin perak karena profesi ini dianggap sebagai profesi yang kurang bergengsi dan kurang bisa diandalkan untuk hidup. Mereka lebih suka bekerja di kantor karena lebih bersih dan bergengsi, tetapi pihak Tom’s Silver berusaha untuk tetap menjaga kesinambungan, dengan mengantisipasi keadaan dengan mengadakan kerja sama dengan lembaga pendidikan yang berkompetensi seperti SMIK dan ISI jurusan Kriya Logam.
Yang kedua dengan meningkatkan kondisi perbengkelan ( peralatan produksi ) yang lebih modern disamping pemberian upah yang cukup memadai.
2. Pasar Domestik
Seperti telah dikemukakan diatas dalam presentasi pembelian antara konsumen dalam negeri dengan konsumen luar negeri jauh sangat berbeda. Menurut analisa yang kami simpulkan bahwa harga barang-barang kerajinan perak pada umumnya masih relatif mahal, yang kedua daya beli konsumen dalam negeri pada umumnya masih relatif rendah.
Adanya kesenjangan antara mahalnya harga barang-barang kerajinan perak di satu pihak dan rendahnya tingkat pendapatan rakyat pada umumnya. Dipihak lain menyebabkan pemasaran barang-barang kerajinan perak lebih difokuskan kepada konsumen luar negeri yang pada umumnya datang di Indonesia sebagai wisatawan mencanegara.
3. Stabilitas Negeri
Bahwa mengandalkan pemasaran barang-barang kerajinan perak pada wisatawan mancanegara dapat menimbulkan kerwanan-kerawanan. Kiranya mudah dipahami, hal ini disebabkan karena arus wisatawan asing ke Indonesia itu banyak pengaruhi oleh faktor-faktor lain terutama faktor keamanan dalam negeri. Sebagai contoh kasus Bom bali beberapa tahun yang lalu yang sangat memukul pelaku bisnis pariwisata di Indonesia.

KESIMPULAN

Tom’s Silver didirikan pada tahun 1953 oleh Bapak Soetomo Sastrodiwarno sebagai generasi ketiga di keluarga pendiri perusahaan kerajinan perak tersebut. Beliau lahir dan dibesarkan di Kotagede yang merupakan salah satu pusat kerajinan perak di Indonesia.
Adapun urutan-urutan generasi pengrajin perak dalam lingkungan keluarga Tom’ s Silver adalah sebagai berikut:
Generasi I : Satrowirono (tahun 1880-tahun 1930)
Generasi II : Satrodiwarno (tahun 1930-tahun 1953)
Generasi III : Soetomo Satrodiwarno (tahun 1953- tahun 1986)
Karena pada tahun 1986 Pak Tom meninggal kemudian dilanjutkan oleh istrinya yaitu Ibu Yunizar Soetomo sampai tahun 2002.
Generasi IV : Nevi Ervina R. (tahun 2003)
Dalam perkembangan sekarang ini, nama Tom’Silver sudah cukup dikenal baik di dalam maupun di luar negeri.
Tujuan Didirikannya Perusahaan
Tujuan yang terkandung dalam pendirian perusahaan adalah sebagai berikut:
• Sebagai salah satu obyek wisata di Yogyakarta
• Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar perusahaan
• Mendapat laba atau keuntungan dari produk yang dihasilkan
• Menjaga tradisi dan keahlian membuat kerajinan perak di Yogyakarta
• Memenuhi keinginan konsumen yang ingin mendaptkan kerajinan perak sebagai buah tangan yang unik dan berkualitas.

Visi dan Misi Perusahaan
• Visi dari Tom’s Silver adalah menjadi pengrajin perak terbaik untuk memenuhi permintaan pelanggan dan mampu bersaing di pasar internasional.
• Sedangkan misinya adalah memberikan nilai rasa yang tinggi terhadap seni dan kebudayaan dari kerajinan perak yang didesain berdasarkan eksistensi dari kebudayaan local dan seni modern.

Lokasi Perusahaan
Untuk merealisasikan tujuan perusahaan yang telah didirikan, maka pemilihan lokasi suatu perusahaan memegang peranan penting. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam hal ini, factor-faktor tersebut anatara lain berupa kemampuan tenaga kerja yang ada, fasilitas tranportasi, lingkungan masyarakat dan sebagainya yang tentunya akan memiliki pengaruh ekonomis terhadap perusahaan.
Bahan baku utama adalah perak murni dengan campuran tembaga , sehingga menghasilkan logam campuran yang menjadi bahan dasar pembuatan kerajinan perak.
Adapun perbandingan campuran tersebut adalah 7,5% tembaga dan 92,5% perak murni, maka untuk mengetahui kadar dalam suatu barang khususnya produk Tom’s Silver dapat dilihat stempel 925, berarti barang tersebut berkadar 92,5%.
Hasil Produksi
Perusahaan Tom’s Silver sampai saat ini dalam produksinya menggolongkan kerajinan peraknya dalam 3 jenis, yaitu; utility product, decorative product, dan accessories product. Dalam setiap bulannya bisa menghasilkan produk 80 sampai dengan 90 macam bentuk, baik yang miniature maupun yang aksesoris. Adapun untuk utiliy product yang dihasilkan diantaranya meliputi:
 Peralatan rumah tangga (gelas, sendok, garpu, asbak).
 Peralatan makan (coffee set, tea set, room set, lunch set, break-fast set, dinner set, ring tisu, tusuk buah)
 Tempat make-up (pill box, tempat lipstick dan bedak)
Sedangkan yang termasuk dalam decorative product yaitu: hiasan rumah (wayang, figura, candi, patung naga dan lain-lain).
Dan yang termasuk accessories product diantaranya meliputi; cincin, gelang, kalung, anting, giwang, bross, manset, jepit rambut dan lain-lain.

PEMASARAN DAN PENJUALAN
4. Pemasaran
Salah satu strategi pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan Tom’s Silver diantaranya adalah kegiatan promosi, yang terdiri dari :
a. Iklan
b. Folder/ Pamflet
c. Kerja sama
d. Internet
Dengan keuletan dan didukung dengan kemauan serta pemikiran-pemikiran yang maju maka dapat dilihat hasil yang kongkrit dengan adanya pengakuan dari dunia internasional dengan diperolehnya “ASIA AWARD th 1981 di SINGAPORE “serta” MEMBER OF TRADE LEADER’S CLUB”, dan yang baru-baru ini diperoleh penghargaan “DJI SAM SOE AWARD th 2005 di JAKARTA”.
5. Penjualan
Sedangkan untuk sistem penjualannya adalah sebagai berikut :
a. Penjualan langsung Direct Selling
b. Pelaksanaan Penjualan dari Pesanan ( order )
c. Ekspor
6. Ekspansi Bisnis
Dengan semakin dinamisnya perkembangan pasar maka Tom’s Silver juga bergerak ke arah perluasan pasar dengan cara memperluas ruang dan jenis usaha. Sekarang ini Tom’s Silver mempunyai beberapa ekspansi bisnis yaitu :
a. Tom’s Furniture
b. Jogja Cantik Embroidery dan Batik

Proses Produksi
Secara umum proses produksi kerajinan perak dapat dibagi menjadi 3 tahap:
• Tahap penyiapan bahan baku
• Tahap pembuatan
• Tahap penyelesaian

KENDALA USAHA
Setiap usaha apapun berntuknya akan mengalami masa-masa krisis dan kesulitan, ini merupakan sifat-sifat yang wajar dan umum.
Beberapa kesulitan yang merupakan kendala khususnya yang dihadapi pengusaha-pengusaha kerajinan perak yang perlu kami sebutkan antara lain adalah :
1. Bidang Sumber Daya Manusia
2. Pasar Domestik
3. Stabilitas Negeri

PENUTUP
Alhamdulillah, Puji Syukur kami Panjatkan Kehadirat Ilahi Robbi yang senantiasa melimpahkan berbagai macam Nikmat sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Pembuatan Karya Tulis sesuai waktu yang ditentukan.
Kami telah berupaya mengumpulkan hasil Karya Tulis sesuai ketentuan yang ada dan sesuai dengan apa yang kami alami dan kami lakukan selama berada di Pabrik Pembuatan Perak Tom’s Silver.
Namun apabila terdapat kejanggalan atau diragukan, kami bersedia menerima sanksi dalam bentuk apapun. Terakhir, kami mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan.

SARAN
Pabrik Pembuatan Perak Tom’s Silver sangat berperan dalam proses pembangunan bangsa ini karena dapat meningkatkan jumlah pendapatan devisa Negara dari hasil ekspor. Oleh karena itu, sebaiknya Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan atau peduli kepada usaha seperti ini, karena usaha pembuatan perak ini dapat membuka banyak lapangan pekerjaan dan juga dapat meningkatkan jumlah pendapatan devisa Negara.

DAFTAR PUSTAKA

• www. menujumatahari.co.cc
http://www.flickr.com
• Merahhitam wordpress.com
• Foto Copyan ”TOM’S SILVER”
• Hukum Hak Cipta
• Hukum Pidana dan Perdata