awwApa itu cabe-cabean? Saat ini banyak orang yang menggunakan kata cabe-cabean dalam setiap obrolannya. Sebelum gue tahu arti sebenernya dari cabe-cabean gue berpikir kalo cabe-cabean itu sejenis sayuran yang berwarna merah atau ijo yang di dalamnya banyak biji dan rasanya pedas yang biasanya bahan utama untuk membuat sambal. Ahh lo tahu lah ya apa yang gue maksud. Ternyata eh ternyata bukan itu faktanya, yang populer justru adalah sejenis spesies berkromosom XX yang berusia ABG yang kelakuannya ga bener dan suka menggoda pria-pria tajir, dalam konteks ini adalah om-om kaya.

 

Lalu kalau terong-terongan apa sih? Awalnya gue juga ga tahu artinya soalnya gue ga peduli dengan istilah-istilah absurd yang ga penting. Namun suatu ketika gue tak sengaja membaca link di internet tentang terong-terongan yang semakin marak merajalela di kota-kota besar bahkan sudah masuk desa. Ceilahhhhhh gaya bingit yaa ada cabe-cabean masuk dan terong-terongan masuk desa. Haha bisa disingkat jadi C2MD dan T2MD😀. Jadi terong-terongan itu ya ga beda jauh sama cabe-cabean hanya yang ini ganti spesies menjadi kromosom XY. Gitu aja, ahh lo juga tahu lah ya yang gue maksud itu apa. Haha😀

 

Apa aja sih ciri-ciri dari cabe-cabean dan terong-terongan?

 

Simpel aja sih sebenernya ciri-ciri dari cabe-cabean dan terong-terongan. Menurut pengamatan gue, rata-rata orang melihat seseorang dari penampilan luarnya dulu. Kalo dari segi usia, mereka sekitar usia 13-18 tahun, ya usia SMP dan SMA lah ya. Pakaiannya aneh-aneh, kalo cabe-cabean biasanya pakai rok mini atau celana pendek dan kaos ketat yang maaf underwear nya suka kelihatan. Nah masih mending kalo body nya mulus dan putih, ini yang ada adalah makin tersengat matahari makin berpigmen gelap dong, trus ditambah banyak pelor disana-sini bekas bisulan. Gue ga ngerti lah apa maksud mereka memamerkan pelor-pelor itu, apa karena mereka ingin menunjukan ke orang-orang jika dia sudah berperang melawan teroris hingga badannya penuh luka tembak? Hahaha sorry masyarakat sekarang cerdas-cerdas ya adek-adek. Hmm udah tahu iklim di negara kita itu tropis, mataharinya menyengat kalo musim kering ngapain pake baju yang terbuka? Kecuali kalo kamu pake SPF 100 agar kulitmu tak terbakar. Atau ketika pakaian yang seperti ituu dipake di musim penghujan, ngapain coba? Itu salah kostum banget. Bukannya seksi tapi yang ada bikin kamu masuk angin. Heuheu. Ditambah negara kita kan mayoritas muslim, otomatis pakaian seperti sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Ya hormati lah toleransi beragama di negara ini. Kalo terong-terongan dilihat dari cara pakaiannya adalah biasanya suka pake baju warna-warni, alias nabrak warna. Pake skinny jeans yang makin ke bawah makin ketat, kaos atau jaket yang warna-warna girly, pake anting-anting dan kadang juga pake topi. Ya gitu lah ya kadang mereka juga pake bedak dan lipstick sambil bawa kecrekan. Haha😀

 

Ciri lain dari cabe-cabean dan terong-terongan adalah ketika mereka sudah siap-siap dengan pakaian nyelenehnya biasanya mereka beraksi untuk mangkal. Biasanya mereka selalu boti alias bonceng tiga. Makhluk yang bernama cabe-cabean dan terong-terongan suka punya kebiasaan dalam mengendarai kendaraan dalam hal ini sepeda motor selalu berboncengan tiga orang. Ini memang sudah melanggar tata tertib lalu lintas. Sudah bonceng tiga, ga pake helm karena ingin tebar pesona, lalu suka ngoprek hape bebe sepanjang perjalanan. Gue ga paham lah ya sama gaya hidup spesies makhluk hidup ini, apa coba maksud dari bonceng bertiga? Setahu gue sih kalo bonceng tiga ya kalo bawa orang sakit atau bertiga dengan anak kecil bukannya tiga-tiganya sama-sama orang dewasa. Gue kira itu karena terburu-buru dan kepaksa bonceng tiga eh malah sengaja dan dijadikan trend. Hmmm. Lalu kenapa mereka ga mau pake helm, mereka beranggapan jika pake helm itu seperti ikan peda yang hidup di darat ya intinya sih mereka ga mau melewatkan kesempatan untuk tebar pesona ke setiap wanita atau lelaki yang sama-sama satu spesies. Baru tahu rasa kalo mereka jatuh dan kepala mereka kebentur dan hilang ingatan layaknya di sinetron. Lo pikir kepala ada dua ya? Sayangilah kepalamu, ga lucu kan kalo cakep-cakep tapi ga ada kepalanya. Haha. Kemudian mereka ketika di motor suka ngoprek hape bebe. Entah apa maksud dan tujuannya. Mereka mau mengendarai atau pamer bebe gemini sih? Gue salut sih mereka bisa melakukan dua hal dalam waktu yang bersamaan. Mungkin mereka sambil apdet status dulu di Facebook kali ya, haha baru tahu rasa kalo motor mereka jatuh gegara ga konsen ada lubang di jalan. Ckckc ini ga patut dicontoh, merugikan dirinya juga orang lain.

 

Rasanya ga adil kalo menilai orang dari penampilan luar dan kebiasaan-kebiasaan yang menurut gue aneh, mau gaya tapi membahayakan. Hmm, kata temen-temen gue yang gaul abis katanya ciri-ciri cabe-cabean yaitu suka bolos sekolah trus mangkal di mall untuk ngegoda om-om kaya atau lelaki hidung belang. Kalo terong-terongan ya sebaliknya, ini sebagai obat haus para tante-tante yang menyukai brondong. Jelas lah ya ini sangat meresahkan orang tua dan masyarakat.

 

 

Lalu, kenapa bisa maraknya terjadi fenomena cabe-cabean dan terong-terongan?

 

Gue pernah baca berita tentang prostitusi anak berusia SMP dan SMA dan bahkan yang menjadi mucikari mereka adalah seusia mereka. disini gue miris, kenapa ini bisa terjadi? Kenapa mereka mesti jual diri? Menurut pengakuan para ABG tersebut, rata-rata karena tuntutan ekonomi dan gaya hidup. Gue pikir bukan karena keterbatasan ekonomi karena meskipun dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, orang tua mereka masih mampu membiayai sekolah mereka. justru yang gue garis bawahi adalah kenapa mereka terjebak dengan dunia prostitusi karena mereka ingin memenuhi gaya hidup mereka yang selangit.

 

Orang tua para ABG ini hidup biasa-biasa saja, masih mampu membiayai sekolah mereka namun tak sanggup jika untuk memenuhi gaya hidup anaknya yang galmour dan meniru teman-temannya yang serba mewah. Mungkin karena ketidakmampuan ini, ABG tersebut rela menghalalkan segala cara agar dia bisa diterima di kalangan teman-temannya yang serba glamour juga. Karena sudah menjadi naluri alamiah manusia jika dia akan bersosialisasi dan berteman dengan orang yang punya banyak kesamaan, satu visi dan satu tujuan. Begitulah kira-kira. Ceilahhhh pengamatan gue kayak sosiolog aja ya, hehe semoga aja. Amin.

 

Sudah banyak kasus di negara ini, banyak anak tukang beca yang meminta dibelikan smartphone Blackberry. Saat itu sekitar tahun 2011 Blackberry merupakan smartphone yang ditujukan untuk kalangan menengah ke atas, sebagai penentu kelas sosial mungkin. Gue ga ngerti. Maka jelas ini sangat miris, banyak kalangan masyarakat yang lebih mengutamakan merk dibanding dengan kegunaan. Jika menggunakan Blackberry hanya sekedar untuk telpon, SMS atau bersosial media maka apa bedanya dengan handphone lain? Nah ini memang yang salah. Masyarakat lebih mengutamakan gengsi dibanding dengan fungsi.

 

Kembali lagi ke topik, jadi gini guys gue pikir penyebab maraknya terjadi fenomena cabe-cabean dan terong-terongan dilihat dari segi ekonomi dan sosial adalah karena tuntutan gaya hidup yang tinggi sehingga menyebabkan seseorang rela menghalalkan segala cara untuk memenuhi tuntutan gaya hidup tersebut. termasuk menjadi cabe-cabean atau terong-terongan. Gue pikir seperti itu.

 

Kenapa dicap cabe-cabean/terong-terongan? Kenapa ngga buncis-bunsisan atau tomat-tomatan?

 

Ini yang gue makin ga paham, kenapa sekumpulan orang-orang dengan ciri-ciri yang gue paparkan di atas disebut sebagai cabe-cabean/terong-terongan? Karena di negara ini cabe-cabean dan terong-terongan memiliki image yang negatif, maka justru ini akan merugikan para petani cabe dan terong. Mereka akan terkena dampaknya dari fenomena, kasihan ya mereka. ckkkkck. Padahal ya cabe dan terong itu termasuk komoditi sayuran yang sangat mahal. Tahun lalu malah satu kilogram cabe bisa mencapai 10 USD, dan terong itu sangat enak untuk dijadikan balado terong, rasanya mirip rendang ayam. Ckck aneh kan? Gue pikir orang yang mengtrendkan nama cabe-cabean dan terong-terongan harus ikut bertanggung jawab atas menurunnya harga cabe dan terong. Hehe😀

 

Inti dari tulisan ini adalah, menurut gue dari dulu juga udah muncul fenomena yang serupa mirip cabe-cabean dan terong-terongan, ciri-cirinya hampir mirip. Hanya di jaman sekarang dinamakan seperti itu. Bagi gue sebagai manusia yang cupu, dandan yang warna-warni dan memadu padankan pakaian yang berlebihan seperti itu bagi gue cukup ribet. Saran aja sih, dandan ga usah lebay. Yang simpel aja yang penting rapi dan enak dilihat. Karena jika menurut lo itu baik belum tentu menurut orang lain juga baik. Jadi yang biasa-biasa aja, jangan sampai mengganggu visual orang lain. Hehe be wise guys.😀